Corat-Coret: Kriteria Ideal?
Teman sekamarku misalnya, dia punya kriteria calon pasangan yang parasnya seperti aktor Korea Selatan, keilmuannya seperti Ustadz Adi Hidayat, yang jago bela diri macam tokoh Tyler Rake dalam film Extraction (tolong diaminkan hehe). Ada lagi yang jika melihat konten tentang laki-laki perhatian nan pengertian akan selalu mengatakan "Sisain satu yang kaya gini, Ya Allah…". Belum lagi yang punya keinginan jodoh yang sabar, yang punya pekerjaan, yang hartanya melimpah, dan serentet keinginan lainnya. Tentunya tidak ada salahnya jika setiap orang mempunyai standar ideal masing-masing tapi, mungkin yang perlu diingat kembali adalah seandainya harapanmu dalam menentukan calon pasanganmu nanti tidak terpenuhi, seberapa siapkah kamu menerimanya?
Sebab sebagaimana yang kita tahu, tidak ada
manusia yang sempurna, selalu ada celah yang menghiasi disalah satu sisinya.
Alih-alih menginginkan dia harus begini, begitu, bukankah ada baiknya mencoba
untuk menyiapkan diri menjadi seseorang yang memiliki nilai lebih, pun cobalah
untuk lebih dahulu memahami dirimu sendiri, karena bagaimanapun juga kamu harus
selesai dengan dirimu sendiri dan juga menyelesaikan apa yang dibutuhkan dalam
kehidupan pribadimu sebelum kamu hidup bersama orang lain nantinya, dengan
begitu kamu akan lebih bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan dari
pasanganmu. Jika kamu tidak mengusahakan apapun, bagaimana bisa kamu berharap
ia akan melakukan hal yang sama?
Kemudian
ini soal saling mengurangi tuntutan dari kedua belah pihak, sebab yang kutahu
menjalani kehidupan pernikahan tidak selamanya menyenangkan, dengan menikah hidupmu tidak otomatis menjadi
sempurna dan bahagia, akan selalu ada kemungkinan yang terjadi, entah
penderitaan, kebahagiaan, keduanya akan selalu datang silih berganti. Nanti, mungkin adakalanya
kamu berusaha menahan rasa kesal, karena toh kamu merasa tidak semua hal perlu
dipermasalahkan. Terkadang juga kamu akan berusaha menguatkan, meski kamu
sendiri pun membutuhkan dukungan.
Maka dari itu, Cah ayu, sebelum menapaki jalan ini satu hal yang harus kamu tahu. Bahwa kamu tidak perlu menggantungkan harapan pada pasanganmu. Dia yang begini, begitu, harus ini, harus itu. Satu-satunya yang harus kamu persiapkan adalah dirimu sendiri. Iya. Dirimulah yang harus betul-betul kamu persiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan.
Lalu, Cah ayu, jangan pula kamu merasa risau, lagi
dan lagi mempertanyakan siapa jodohmu kelak? Sebab aku selalu percaya. Apa-apa
yang sudah ditakdirkan untukmu maka ia akan terus didekatkan padamu, bahkan
jika semisal jarak akan ikut andil membawanya pergi menjauh dari jangkauanmu,
takdir bisa mengatur pertemuan itu lagi dan lagi. Takdir akan selalu membawanya
kembali padamu.
Nb:
Semoga nanti kita bisa saling memahami dan berusaha untuk selalu memilih satu
sama lain meski ada jutaan pilihan lain yang ditawarkan dunia ya!
Nb lagi: Tolong jangan sering-sering mampir bikin keributan, mohon kerja samanya untuk datang di waktu yang sudah ditentukan.



Komentar
Posting Komentar