Corat coret: Apa menjadi dewasa serumit itu?
Memikirkan apa yang akan
terjadi selanjutnya tanpa usaha nyata adalah kesukaran tanpa ujung. Apalagi
mencoba menerawang apa yang masih membayang. Jangan sekali-kali mencoba
membicarakan cara untuk melompat jika dirimu sendiri belum menemukan pijakan
yang tepat, yang ada justru dirimu makin tertatih dan kehabisan daya juang, lantas
tanpa sadar mulai kehilangan arah tujuan.
Tapi, memang tak dapat
dipungkiri segala macam fikiran dan kekhawatiran tentang masa depan memang
hampir setiap detik menghampiri kepala. Apa? Bagaimana? Seakan setiap
detik dadamu akan buncah dengan segala gegap gempita karena terlalu banyak
impian yang ingin kau wujudkan, tapi secara bersamaan rasa tidak percaya diri
ikut menjerit melukai diri sendiri. Apa iya kamu dapat melakukannya?
Seiring juga dengan banyaknya celoteh ringan orang lain yang menganggap kamu
tidak ada apanya dan tidak bisa melakukan apa-apa. Jika sudah seperti itu maka,
redup juga seketika segala pembicaraan tentang angan dan impian. Tarik nafasmu
perlahan, bangun lagi impianmu perlahan namun pasti. Jangan sampai kehilangan
mimpi, apalagi jika sampai kehilangan diri sendiri.
Lantas apa menjadi dewasa
serumit itu?
Tidak juga, yang perlu kamu
lakukan sekarang hanyalah mencoba lagi dan lagi. Tak apa meski tertatih. Perlahan-lahan
semua riuh di kepalamu akan reda dengan sendirinya. Meskipun kamu terjatuh. Kamu
akan baik-baik saja. Terkadang Tuhan menginginkan kita untuk jatuh hanya agar
kelak saat kita kembali berdiri, kita akan menjadi lebih kuat. Bahkan jika kita
sendiri masih merasa lemah, Tuhan hanya ingin kita menyadari bahwa kita bisa
menjadi lebih kuat lagi dan lagi. Berusahalah lebih keras dari orang lain tapi,
jangan sekali-kali terlampau keras terhadap dirimu yang telah mencoba berusaha.
Dunia memang kerap menuntut mu untuk sempurna, tapi nyatanya tak ada yang
benar-benar sempurna di dunia ini, barangkali segala kesukaran yang menghimpit
dadamu sebab kamu terlalu banyak berkaca pada kehidupan orang lain. Yang perlu
kamu lakukan adalah berusaha sebaik mungkin. Berbuatlah hal baik sebanyak yang
kamu bisa, berbagilah dengan yang lain. Karena, dewasa ini banyak orang yang semakin tak
peduli dengan orang sekitar. Yakinlah, selama jika kamu meyakini apa yang kamu
lakukan adalah hal baik, maka terus lakukanlah. Tak perlu penilaian orang lain,
tak perlu pengakuan banyak orang. Yang perlu kita lakukan
hanyalah percaya pada diri sendiri dan percayalah bahwa Tuhan Maha
Melihat. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha setiap hambanya.
Nyatanya menjadi dewasa memang serumit itu, tapi juga tidak sesulit yang
kamu bayangkan.
Tetap kuat ya!
Aku sudah hampir di ujung jalan
upaya, tenaga, dan penghabisan
yang sudah dan sedang diusahakan
runtuh terbangun entah sampai kapan
Kita bisa selama masih ada rumah
untuk pulang dan memulai segalanya
( Kunto Aji, Nadin Amizah - Selaras)



Komentar
Posting Komentar